NADIKABAR.COM — Sebanyak 30 koperasi di Indonesia mengadopsi teknologi smart factory atau pabrik pintar melalui program kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Official Development Assistance (ODA) Smart Factory.
Program yang dimulai pada 2023 itu melibatkan pemerintah Indonesia, INNOBIZ Association—asosiasi yang mewakili lebih dari 23.000 usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis teknologi inovatif di Korea Selatan—serta Binus University.
Keterangan Kementerian Koperasi di Jakarta, Selasa, menyebutkan program tersebut tidak hanya mendukung penerapan teknologi pada koperasi, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pengembangan tenaga kerja profesional.
Sebagai bagian dari kerja sama itu, dibangun Smart Factory Training Center (SFTC) di Binus Bekasi sebagai fasilitas pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kompetensi di bidang teknologi manufaktur pintar.