NADIKABAR.COM — Sebanyak 33 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia menjajaki peluang perluasan pasar dan kemitraan bisnis di Sabah, Malaysia, melalui pameran Big Sabah Sale (BSS) 2026, pada 30 Oktober–1 November 2026 di Sabah International Convention Centre (SICC), Kota Kinabalu.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu dalam keterangan di Kuala Lumpur, Senin, menyampaikan para pelaku usaha tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain beberapa provinsi di Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau, dan DKI Jakarta.
"Kami ingin masyarakat Sabah mengenal dan merasakan langsung produk-produk UMKM Indonesia, sehingga mereka semakin akrab dengan Indonesia. Kita berasal dari akar yang sama, jadi sudah sewajarnya semakin dekat," ujar Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Noorman Effendi.
KJRI menyampaikan, keikutsertaan UMKM RI tahun ini juga menandai partisipasi pertama pelaku usaha asal Sumatera Barat dalam pameran di Sabah, setelah sebelumnya lebih banyak menyasar pasar Kuala Lumpur dan Johor Bahru, serta membuka peluang bagi semakin banyak pelaku UMKM Indonesia untuk menjajaki pasar di Malaysia Timur.
Beragam produk unggulan Indonesia yang diperkenalkan antara lain makanan dan minuman, biji kopi mentah dan sangrai, minuman herbal dan tradisional, pakaian, hingga kerajinan tangan, yang menarik minat para pengunjung.
Konjen Noorman mengatakan bahwa partisipasi UMKM Indonesia dalam BSS merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar produk Indonesia sekaligus mempererat hubungan ekonomi dan antarmasyarakat Indonesia–Sabah.
Pada kesempatan itu KJRI Kota Kinabalu turut memfasilitasi pertemuan bisnis (business-to-business/B2B) antara peserta Indonesia dan calon mitra usaha di Sabah, di mana melalui Langkah tersebut hampir separuh peserta RI berhasil memulai penjajakan kerja sama distribusi produk Indonesia di Sabah dengan calon mitra setempat, yang menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan pemasaran dan membuka peluang kemitraan perdagangan berkelanjutan.
Noorman mengatakan KJRI akan melanjutkan promosi produk UMKM peserta melalui jejaring komunitas di Sabah serta memberikan pendampingan terhadap tindak lanjut penjajakan kerja sama yang dihasilkan selama kegiatan.
KJRI juga mendukung keikutsertaan sejumlah importir setempat yang telah memasarkan produk Indonesia, guna memperkuat keterhubungan antara produsen Indonesia dan jaringan distribusi di Sabah.
Big Sabah Sale merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan sejak 2023 dan melibatkan pelaku usaha dari Sabah maupun sejumlah negara lain. Menurut laporan, penyelenggaraan tahun ini dihadiri 100.000 pengunjung, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 80.615 pengunjung.
Selain promosi perdagangan, KJRI Kota Kinabalu memanfaatkan BSS 2026 untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Para pelajar Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menampilkan Tari Saman dan Tari Genjring, sementara desainer asal Bandung, Hennie Noer, menghadirkan peragaan busana muslimah dengan mengangkat keindahan kain tenun ikat dan songket Bali.