NADIKABAR.COM — Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menyebutkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai berkurang di wilayah DKI Jakarta sejak Jumat.

“Berkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,” kata Chico melalui pesan singkat, Senin.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi terkait sebaran asap karhutla yang sempat terdeteksi di atmosfer atas wilayah Jabodetabek.

Chico menjelaskan, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10).

“Lapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat,” ujarnya.

Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring perubahan pola angin.

Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap menjaga kewaspadaan karena kualitas udara di Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal seperti emisi transportasi dan industri, serta kondisi musim kemarau.

Chico menyebut, beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan parameter kritispartikulat halus PM2.5.

“Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan kesiap siagaan penuh fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (total 367 fasilitas) disiagakan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau ISPA,” jelasnya.