NADIKABAR.COM β Sebelas bus listrik diluncurkan untuk memperkuat layanan transportasi publik yang nyaman, efisien, dan rendah emisi di Bali. Langkah ini menjadi upaya konkret untuk mendorong penggunaan transportasi umum dalam mobilitas sehari-hari sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi. Peluncuran sebelas bus listrik yang dilengkapi dengan enam pengisi daya cepat dan Sistem Manajemen Armada yang mendukung pemantauan operasional bus dan pengisi daya ini merupakan bagian dari proyek Bali E-Mobility.
Proyek ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan Pemerintah Republik Korea yang diwakili oleh Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Republik Korea. Kementerian PPN/Bappenas berperan sebagai executive agency, Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM sebagai implementing agency, Pemerintah Provinsi Bali sebagai penerima manfaat, serta Global Green Growth Institute (GGGI) sebagai pelaksana proyek.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa elektrifikasi transportasi publik merupakan bagian dari transformasi menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau. βProyek Bali E-mobility ini adalah bukti konkret dari kekuatan kolaborasi bersama Global Green Growth Institute. Ini adalah contoh nyata transisi energi. Proyek yang berbasis kebijakan dan berbasis bukti yang siap direplikasi secara bertahap di seluruh nusantara,β tutur Menteri Rachmat Pambudy di Bali, Kamis (22/10).
Penggunaan transportasi publik berbasis listrik tidak hanya mengalihkan ketergantungan dari bahan bakar fosil ke energi yang lebih bersih, tetapi juga meningkatkan efisiensi nasional sekaligus mendorong produktivitas masyarakat. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan transformasi ekonomi Indonesia, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025β2029.