Kembang juga menekankan pentingnya pelibatan tenaga kerja lokal asal Jembrana dalam pengerjaan proyek strategis ini. Menurutnya, keberadaan proyek berskala besar harus mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect, terhadap keberadaan proyek ini," tegas Kembang.
"Akan banyak sekali terbangun pabrik, dibutuhkan tenaga kerja, akan dibutuhkan banyak sekali orang datang. Tentu kita melihat potensi itu dan seterusnya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala PPN Pengambengan Kartono menjelaskan bahwa proyek pengembangan PPN Pengambengan dianggarkan sekitar Rp 1,2 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri Islamic Development Bank (IsDB).
Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFM). Penandatanganan kontrak pekerjaan fisik telah dilakukan di Jakarta pada 7 Agustus 2026 oleh pelaksana konstruksi CRBC-NINDYA Joint Operation (JO).