Tak berselang lama dari pertemuan itu, ayahnya kemudian mendapat kabar putranya telah meninggal dunia akibat dianiaya oleh empat seniornya. Insiden tersebut diduga dipicu hal sepele, yakni kekeliruan saat memenuhi pesanan mi kuah.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban mengalami penganiayaan sebanyak dua kali dalam kurun waktu empat jam. Penganiayaan pertama terjadi pada Rabu (9/9/2026) pukul 23.00 WIB, dan aksi kekerasan kedua berlanjut pada Kamis (10/9/2026) dini hari sekira pukul 03.00 WIB hingga menyebabkan korban tewas.