Pihak terlapor juga menepis tudingan adanya unsur pemaksaan maupun kekerasan yang mengakibatkan luka memar pada tubuh pelapor. Tim kuasa hukum menyebut luka lebam yang dipamerkan pelapor diduga kuat timbul akibat pertengkaran antar sesama pengunjung perempuan yang sempat terjadi di ruangan tersebut.

"Terkait ada kekerasan dan paksaan, itu sudah jelas tidak ada dan kami membantah dengan tegas. Ditunjukkan juga foto ada luka memar dan sebagainya, itu kami duga dari keterangan saksi di tempat tersebut, pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran," jelas Koko Joseph Irianto.

Kabar mengenai dugaan Betrand Peto memesan wanita atau berinteraksi secara intim di dalam ruangan kelab malam tersebut turut dibantah langsung. Ia menyatakan kedatangannya ke tempat tersebut murni untuk berkaraoke bersama teman-temannya usai bekerja.

"Gak ada," jawab Betrand Peto dengan singkat.