Sebagian pendaki menganggap kawasan tersebut memiliki suasana yang berbeda dan dipercaya menyimpan energi mistis. Namun, keberadaan makam dan penanda tersebut juga menjadi pengingat tentang risiko serta bahaya aktivitas pendakian.
Arcopodo berasal dari istilah yang merujuk pada keberadaan dua arca atau patung. Kawasan ini dikenal dalam cerita pendakian Semeru karena konon terdapat sepasang arca peninggalan masa lampau.
Keberadaan dan bentuk kedua arca tersebut kemudian memunculkan berbagai cerita misterius. Sebagian pendaki bahkan mengaitkannya dengan prajurit kerajaan yang bertugas menjaga kawasan Gunung Semeru.
8. Wejangan Mbah Dipo tentang letusan Semeru
Mbah Dipo dikenal dalam cerita masyarakat sebagai sosok juru kunci Gunung Semeru yang dipercaya mampu membaca tanda-tanda aktivitas gunung.
Salah satu wejangan yang paling terkenal berkaitan dengan arah penyelamatan ketika Semeru mengalami erupsi. Ia konon pernah mengingatkan masyarakat agar tidak melarikan diri ke arah Desa Gunung Sawur ketika terjadi letusan.
Cerita tersebut masih sering dibicarakan, meskipun langkah evakuasi yang benar harus selalu mengikuti arahan petugas dan informasi resmi kebencanaan.
Berbagai mitos Gunung Semeru menunjukkan bahwa gunung ini memiliki hubungan erat dengan sejarah, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Meski belum semuanya dapat dibuktikan secara ilmiah, cerita tersebut menjadi bagian dari kekayaan tradisi lokal yang menarik untuk diketahui.
Bagi pendaki, mengenal legenda setempat bisa menjadi cara untuk menghargai budaya masyarakat sekitar. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas dengan mematuhi aturan pendakian, memperhatikan aktivitas vulkanik, serta mengikuti arahan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.