"Orang utan tersebut mengalami hipoksia akibat kabut asap yang sangat tebal di kawasan tersebut," ujar Sanchez.

Tim medis menduga kuat primata tersebut mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat menghirup asap kebakaran hutan yang membakar wilayah tersebut sehari sebelumnya.

Guna mempermudah proses penyelamatan dan memastikan keselamatan tim di tengah kepulan asap yang masih tebal, tim medis memutuskan untuk membius Sampurna.

Di tengah keterbatasan area perkebunan, dokter hewan memberikan bantuan medis darurat berupa selang oksigen di hidung serta kantong infus yang digantungkan secara darurat pada pelepah pohon kelapa sawit.