NADIKABAR.COM — Militer Yaman menyatakan pasukannya telah melumpuhkan 307 petempur, termasuk komandan, kelompok Houthi dalam 736 operasi selama 24 jam terakhir, serta menghancurkan atau merusak 68 kendaraan militer dan persenjataan.

Menurut pernyataan militer Yaman, Sabtu (24/10), operasi tersebut menyasar pusat komando, konsentrasi pasukan, bala bantuan, gudang senjata, dan jalur pasokan dalam ofensif yang disebut operasi "Fajar Yaman" (Dawn of Yemen).

Tentara Yaman tidak merinci jumlah anggota Houthi yang tewas atau terluka. Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan langsung dari kelompok tersebut.

Di Provinsi Taiz, tentara Yaman menyatakan pihaknya telah menyerang sebuah pusat komando, posisi persenjataan berat, dan gudang senjata di dalam sebuah hotel terbengkalai.

Militer Yaman menuding Houthi memanfaatkan hotel tersebut menjadi pos pengamatan dan posisi penembakan untuk mengancam kawasan permukiman serta mempertahankan pengepungan terhadap kota itu.

Pasukan pemerintah juga melancarkan serangkaian serangan untuk meredam tembakan dari kawasan tersebut, tambah pernyataan tersebut.

Pertempuran masih berlangsung di Taiz. Pasukan pemerintah menguasai pusat kota, sementara kelompok Houthi memperluas kendali di sejumlah wilayah pedesaan dan pesisir.

Yaman dilanda konflik sejak Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada 2014.

Situasi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Houthi kini menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian utara dan barat.

Sementara itu, pasukan Pemerintah Yaman beserta sekutunya memegang kendali atas Kota Aden serta sebagian besar provinsi di wilayah selatan dan timur negara tersebut.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan