"Karena terkadang orang baru mendengar dawet sambal sudah menolak dulu, karena pikirannya dawet manis kok ada sambalnya. Jadi dawet manis tapi ada sambal pecelnya, jadi ada tahunya tapi ada dawetnya," ujarnya.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menambahkan gastronomi perlu dikemas melalui narasi yang kuat dan berpijak pada nilai budaya.
Dia mencontohkan rendang yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan makna filosofis.
"Gastronomi harus terus dicatat, diwariskan, dan diintegrasikan dengan penataan kota pusaka serta cerita sejarah agar memberikan nilai tambah yang optimal bagi wisatawan," ujar Ramlan.
Chef Fernando Sindu melanjutkan bahwa konsumen lokal memiliki standar tinggi terhadap makanan daerah karena terdapat ikatan emosional dengan hidangan yang dikenal sejak kecil.