NADIKABAR.COM β€” Sirene meraung, bambu runcing terangkat, dan barisan laskar rakyat bergerak menyusuri jalanan. Fragmen perjuangan kembali dihadirkan dalam Parade Juang Surabaya 2026.

Namun, makna parade tidak boleh berhenti pada kemeriahan. Tantangannya ialah meneruskan ingatan sejarah menjadi pengetahuan, kepedulian, dan tindakan nyata.

Mengusung tema β€œSuroboyo Wani”, parade pada 1 November 2026 itu disaksikan sekitar 170 ribu orang dan melibatkan 2.150 peserta, termasuk 375 pemeran ulang sejarah dari berbagai daerah.

Veteran, TNI, Polri, Paskibraka, komunitas sejarah, pemuda, dan kelompok masyarakat bergerak dari kawasan Tugu Pahlawan menuju Balai Pemuda melalui rute sekitar 2,5 kilometer. Partisipasi lintas kelompok memperlihatkan bahwa sejarah Surabaya merupakan ingatan bersama.

Salah satu sisi menarik parade tahun ini ialah kisah Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an yang digambarkan meninggalkan lapangan sepak bola untuk ikut mempertahankan kemerdekaan.