Meski demikian, pertunjukan yang menarik belum tentu otomatis membangun pemahaman. Penonton bisa saja lebih mengingat kostum dan atraksi daripada konteks sejarah di baliknya.
Karena itu, rekonstruksi perlu disertai informasi yang akurat mengenai waktu, tempat, tokoh, dan latar peristiwa. Penjelasan dapat disediakan melalui papan informasi, kode respons cepat, pemandu, atau materi digital.
Sejarawan, museum, guru, dan komunitas sejarah perlu dilibatkan agar dramatisasi tidak mengaburkan fakta. Parade akan lebih bermakna apabila kegembiraan menyaksikan pertunjukan sekaligus menumbuhkan keinginan untuk membaca, bertanya, dan mengunjungi situs sejarah.
Materi pendamping juga perlu tersedia setelah acara, sehingga sekolah dan keluarga dapat menggunakannya sebagai bahan diskusi. Dengan cara itu, pengalaman sesaat dapat berkembang menjadi proses belajar yang berkelanjutan.