NADIKABAR.COM — Gunung Anak Krakatau tengah mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Statusnya berada pada Siaga Level III dan kode merah (bahaya) untuk penerbangan.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Teuku Faisal Fathani mengatakan status Gunung Anak Krakatau telah ditetapkan 'Siaga' sejak awal Juli 2026.
Membicarakan Gunung Anak Krakatau, tentu tidak lepas dari Gunung Krakatau. Ia meletus hebat pada 1883 dan menyebabkan tsunami dahsyat setinggi 20 meter yang menyapu pesisir Lampung dan Banten. Setelah letusan itu, terbentuklah sebuah kaldera besar yang di dalamnya kemudian muncul Gunung Anak Krakatau.
Pembentukan Gunung Anak Krakatau bisa ditelusuri dari aktivitas Gunung Krakatau pada 11 Juni 1927. Gunung Anak Krakatau terbentuk karena erupsi magma basa di pusat kompleks Krakatau.