Karakatau berlokasi di atas zona subduksi yang saat aktif akan melumerkan batuan menjadi lava. Fenomena itulah yang mendorong pertumbuhan Anak Krakatau.

Salah satu peristiwa penting Anak Krakatau terjadi pada 2018 lalu. Saat itu goncangan gempa memicu erupsi dan longsoran di sebagian tubuh Anak Krakatau.

Peristiwa tersebut menyebabkan tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018. Menurut Badan Geologi, setelah 22 Desember 2018, seri erupsi berskala rendah terus terjadi sebagai konstruksi pertumbuhan kembali Gunung Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023.

Namun, jeda erupsi cukup lama, sampai kemudian terjadi kembali pada 2 Juli 2026. Sejak saat itu, status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada level III (Siaga).