NADIKABAR.COM — Sekitar 250.000 orang mengikuti demonstrasi di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu (7/11), menurut surat kabar Le Figaro yang mengutip data serikat pekerja kaum muda.
Sebelumnya, pemerintah Prancis memperkirakan hingga 170.000 orang akan mengikuti aksi protes menentang kenaikan biaya hidup di seluruh negeri pada Sabtu, termasuk 60.000 orang di Paris.
Aksi protes di Prancis bermula pada pertengahan September, ketika para pelajar sekolah menengah turun ke jalan di sejumlah pinggiran Kota Paris untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah.
Aksi tersebut lalu berkembang menjadi demonstrasi massal di berbagai wilayah negara itu.
Sejumlah demonstrasi bahkan berujung ricuh, sehingga pemerintah meningkatkan pengamanan dan menahan ratusan orang.
Demonstrasi terbesar berlangsung secara nasional pada 17 Oktober.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 550.000 orang mengikuti aksi tersebut.
Dalam menangani demonstrasi, aparat keamanan Prancis menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk membubarkan massa.