Sekjen yang baru juga harus cakap menakhodai organisasi sebesar PBB di tengah permasalahan anggaran, gejolak relasi dengan negara anggota, hingga tuntutan reformasi organisasi secara menyeluruh.
Sebagaimana dikatakan Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A Mulachela, Indonesia memiliki pesan khusus yang akan disampaikan bersama negara-negara sepemikiran kepada Sekjen PBB baru.
βYang ingin disampaikan adalah kami ingin melihat kesenjangan antara komitmen PBB dengan kapasitas yang dimilikinya semakin tipis,β kata Nabyl.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mengusahakan supaya pesan tersebut sampai langsung kepada Sekjen PBB yang baru, dan kemudian akan mendorong realisasi komitmen tersebut di masa jabatan sang Sekjen.