"Serta, negara tersebut mampu memasuki tahap pembangunan guna mengatasi kemiskinan ekstrem dan penderitaan yang dialami rakyatnya. Misi Anda akan sangat penting dan hadir pada momen yang menentukan bagi operasi di Republik Afrika Tengah," ucapnya.

Antonio, yang telah bekerja menangani persoalan Afrika Tengah selama 20 tahun sebagai komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi dan sekretaris jenderal, mengatakan hingga belum lama ini kehadiran negara hampir tidak ada di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Meskipun upaya perdamaian telah menunjukkan kemajuan, kelompok-kelompok bersenjata masih beroperasi di salah satu negara termiskin di dunia itu, tambahnya.

Dia juga mengatakan keberhasilan operasi pasukan penjaga perdamaian Indonesia, bekerja sama dengan personel Portugal yang telah lebih dahulu bertugas, dapat membuka jalan bagi PBB untuk secara bertahap mengurangi skala misinya di Republik Afrika Tengah.