Sekretariat Presiden dalam siaran resminya menyatakan kunjungan kerja Sekjen PBB ke Indonesia menjadi momentum hubungan diplomatik Indonesia dengan PBB, sekaligus membuka ruang bagi penguatan komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global.
“Kunjungan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan global yang membutuhkan dialog dan kerja sama antarnegara. Pertemuan dengan Presiden Prabowo akan menjadi kesempatan bagi Indonesia dan PBB untuk memperkuat komunikasi serta bertukar pandangan mengenai persoalan yang menjadi perhatian bersama,” demikian siaran resmi Sekretariat Presiden.
Kunjungan resmi Guterres pada 17–19 Oktober 2026 merupakan lawatan perdana Sekjen PBB pada periode pemerintahan Presiden Prabowo.
Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq saat jumpa pers pada pekan ini menjelaskan beberapa agenda Guterres di Indonesia, yaitu selain bertemu dengan Presiden Prabowo, Sekjen PBB juga akan berkunjung ke PMPP TNI, dan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat bertugas bersama Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.