Lewat tiga prinsip tersebut, sambungnya, siswa diharapkan memiliki delapan profil lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan pada Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi, yang perlu dikuasai anak di setiap akhir jenjang pendidikan.

Terpisah, Kemendikdasmen sebelumnya merespons isu sekolah negeri berbagai daerah kekurangan murid pada penerimaan murid baru 2026/2027. Sejumlah faktor yang teridentifikasi antaa lain perubahan jumlah penduduk usia sekolah, perpindahan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, pilihan masyarakat terhadap satuan pendidikan, dan kondisi geografis yang berbeda di setiap daerah.Di samping itu, orang tua juga cenderung sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak pada jenjang sekolah dasar di satuan pendidikan keagamaan.

Merespons fenomena ini, Kemendikdasmen menyatakan akan melaksanakan berbagai langkah strategis seperti memetakan kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan perkembangan demografi dan sebaran penduduk, mengevaluasi daya tampung satuan pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan wilayah, memperkuat perencanaan pendidikan berbasis data.

Sementara itu, Kemendikdasmen menyatakan akan memastikan sekolah dengan jumlah murid yang terbatas tetap memperoleh pendampingan dan layanan pendidikan secara optimal, sambil berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi kondisi sekolah secara berkala.