"Jadi, ruhnya itu. Bahwa sekolah rakyat adalah pendidikan formal dan karakter. Ini yang membedakan kita dengan sekolah-sekolah reguler," ucapnya.

Senada, Sekjen Kemensos M Hasan Chabibie memaparkan pentingnya berpedoman pada sistem agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal.

Menurutnya, hal ini bukan perkara sulit karena sudah ada pedoman sistem pendidikan nasional. Namun sistem ini tidak akan ada artinya tanpa dukungan SDM profesional.

"Kalau tidak didukung oleh semangat akan menyerah, tanpa pasukan tidak takut mati dan tidak takut lapar, ini pasti tidak bisa berjalan dengan baik," katanya.

Selanjutnya untuk hilirisasi, Hasan menekankan perlunya pendekatan personalized learning, pendidikan vokasi serta kolaborasi dengan perguruan tinggi. Dengan demikian, siswa setelah lulus dapat melanjutkan pendidikan atau memiliki keterampilan kerja mumpuni.

"Pendekatan vokasi bisa dikejar sama-sama dengan seluruh Politeknik yang ada di seluruh Indonesia. Saya sudah izin, sebelum saya pindah ke sini untuk kemudian bisa berkomunikasi dengan semua kampus, dan semua Politeknik di seluruh Indonesia untuk bisa membantu bersama-sama membesarkan sekolah rakyat," tutupnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan ini Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, para staf ahli menteri, staf khusus menteri, tenaga ahli menteri, para

kepala biro, serta kepala sekolah rakyat se-Indonesia.