Berdasarkan data Kemensos pada Juli 2026, Sekolah Rakyat telah menjaring 28.478 siswa baru dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan melalui program tersebut pada tahun ajaran 2026/2027.
Jumlah siswa baru itu terdiri atas 6.305 siswa jenjang sekolah dasar (SD), 11.186 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 11.077 siswa sekolah menengah atas (SMA). Penerimaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan kesempatan pendidikan.
Dalam setahun, pemerintah telah membangun 93 Sekolah Rakyat permanen yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena setiap kabupaten/kota ditargetkan mempunyai minimal satu Sekolah Rakyat.
Melalui Sekolah Rakyat, Kemensos berupaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Manfaat Sekolah Rakyat turut dirasakan oleh siswa asal Pangkep, Citra Nur Ramadhani, yang hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan setelah ayahnya wafat.