"Sekolah rakyat menggunakan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan pendekatan multi-entry dan multi-exit artinya siswa dapat masuk dan lulus sesuai dengan kecepatan belajarnya masing masing," ujarnya.

Siswa sekolah rakyat dijangkau tanpa melalui tes akademik melainkan data sosial. Melalui pola pembinaan terpadu, perkembangan kesehatan fisik dan karakter para siswa secara bertahap menunjukkan perubahan positif yang signifikan.Kedisiplinan dan rasa percaya diri semakin bertumbuh yang terbukti dari partisipasi aktif mereka dalam berbagai ajang perlombaan antar siswa.

"Beberapa di antaranya telah berhasil meraih juara seperti juara umum tingkat kabupaten cabang atletik, dikukuhkan menjadi Paskibraka provinsi dan kabupaten dan beberapa prestasi lainnya dalam bidang seni dan olahraga," ujarnya.

Selain menerima pendidikan akademik di ruang kelas para siswa juga tinggal di lingkungan asrama yang aman dan teratur. Seluruh kebutuhan dasar anak dipenuhi dengan optimal, mulai dari asupan makanan bergizi, pemantauan dan layanan kesehatan berkala, hingga pendampingan selama 24 jam.