Ternyata, kunci keberhasilan belajar melalui telepon bergantung pada dua hal, yaitu platform dan pedagogi. Platformnya adalah telepon seluler, yang berarti bahwa anak-anak dapat dijangkau bahkan ketika komputer dan internet tidak tersedia. Sementara, pedagogi melibatkan penargetan pengajaran pada tingkat pembelajaran setiap anak.

Maka, para peneliti ini menekankan, memberi anak-anak akses terhadap teknologi tidak secara otomatis menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Teknologi membutuhkan pengajaran yang tepat.

Para peneliti menguji berbagai model penyampaian pembelajaran, termasuk yang dilakukan oleh LSM ataupun guru lokal.

"Intervensi yang berhasil dalam kondisi terkontrol dari program LSM mungkin tidak akan berhasil dengan cara yang sama ketika diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan pemerintah, di mana program harus menjangkau jumlah anak yang jauh lebih besar dan beroperasi dalam sistem yang ada," jelas Direktur Akademik What Works Hub for Global Education, Dr Noam Angrist.

"Itulah mengapa implementasi sama pentingnya dengan efektivitas. Tidak cukup hanya mengetahui bahwa sesuatu dapat berhasil. Pemerintah perlu mengetahui apakah hal itu dapat disampaikan, dalam skala besar, melalui sistem yang sudah mereka miliki," imbuhnya.