Ia menggarisbawahi, bagi para pembuat kebijakan yang menghadapi krisis, penting bahwa suatu metode pengajaran bisa mendukung sistem pendidikan di negaranya. Namun, tak kalah penting juga para pembuat kebijakan dan guru mampu meningkatkan kemampuannya dalam menyampaikan pembelajaran dengan metode tertentu pada saat suatu bencana atau krisis terjadi.

"Hal ini sangat penting karena penutupan sekolah tidak akan hilang begitu saja. Konflik, epidemi, dan cuaca ekstrem dapat mengganggu pendidikan tanpa peringatan. Kita tidak dapat memprediksi setiap krisis, tetapi kita dapat membuat sistem pendidikan lebih tangguh sebelum krisis terjadi," kata Dr Noam.

Sehingga, para peneliti menilai, penting untuk membangun mekanisme kontingensi saat sekolah masih dibuka. Pemerintah terkait dapat mengidentifikasi bagaimana guru, sekolah, teknologi, dan infrastruktur pendidikan yang ada dapat dimobilisasi jika anak-anak tiba-tiba tidak dapat bersekolah.

Para ahli menegaskan waktu terbaik untuk membangun sistem pendidikan yang tangguh adalah saat sekolah masih buka.

"Pemerintah harus mampu menerapkannya dalam skala besar, melalui sistem yang sudah mereka jalankan, sebelum krisis berikutnya menutup ruang kelas," jelas Dr Noam.