NADIKABAR.COM — Kemenko Polkam menyiapkan mekanisme serah terima jabatan menyusul pergantian Menko Polkam dari Djamari Chaniago kepada Dudung Abdurachman.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana mengatakan persiapan serah terima jabatan menjadi bagian dari mekanisme yang telah direncanakan oleh sekretariat.

"Saya belum monitor, apa petunjuk arahan pimpinan. Yang jelas pasti, mekanisme serah terima dan segala macam tentunya sudah direncanakan oleh sekretariat. Dan tentunya harapannya berjalan dengan baik," kata Honi di Jakarta, Kamis.

Honi mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan lebih jauh mengenai arahan pimpinan terkait pergantian tersebut karena masih mengikuti rangkaian kegiatan konferensi pers saat proses serah terima berlangsung.

Ia mengatakan pergantian kepemimpinan tersebut akan diikuti dengan penerimaan terhadap Dudung Abdurachman agar dapat segera menjalankan tugasnya sebagai Menko Polkam.

"Kita melepas Bapak Djamari Chaniago dengan penuh penghormatan, dan kita terima Bapak Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman, dengan sebaik-baiknya. Sehingga beliau bisa berjalan, bertugas dengan baik, memimpin Kemenko Polkam," kata dia.

Menurut Honi, kesiapan mekanisme serah terima dan penerimaan pejabat baru diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Kemenko Polkam di bawah kepemimpinan Dudung Abdurachman.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) menggantikan Djamari Chaniago, di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Dudung sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Posisi Kepala Staf Kepresidenan yang ditinggalkan Dudung kemudian diisi oleh Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Upacara pelantikan sejumlah pejabat negara hari ini, yang merupakan bagian dari perombakan kabinet (reshuffle) terbaru, yaitu yang ke-7 dalam periode 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo.