Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto membenarkan adanya tiga SD lain di Jetis yang murid-muridnya keracunan MBG. Para siswa di tiga SD itu juga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG pada Jumat (4/9).
"Betul, untuk di SD Patalan Baru ada 5 murid, SD Sawahan 2 murid dan SD Kembangsongo ada 3 murid yang mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi itu (MBG)," katanya.
Namun, Samsu mengatakan bahwa murid-murid yang keracunan MBG di tiga SD itu sudah terkondisi semua. Bahkan beberapa tidak sampai tidak perlu mendapat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).
"Gejala mereka juga sama seperti yang di sana (SDN 1 Sumberagung), diare, pusing. Tapi tidak ada yang sampai rawat inap, wong tidak sampai faskes juga hanya rawat di rumah dan sudah membaik," ujarnya.
Di sisi lain, Samsu menyebut bahwa Dinkes telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Di mana hasilnya ternyata murid-murid yang mengalami keracunan menyantap MBG pada hari Jumat pekan lalu.