"Sama terus hasil PE kami, penyelidikan epidemiologi mengindikasikan mereka mengalami gejala sama setelah mengonsumsi itu (MBG)," ucapnya.

"Menunya yang mana kami belum bisa memastikan. Tapi kami sudah ambil sampel makanannya dan dikirim untuk uji laboratorium hari Senin (7/9/2026), hasilnya biasanya keluar sekitar dua pekan lagi," katanya.

Diketahui, sekitar 50 siswa dan 1 guru di SDN 1 Sumberagung mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG pada Jumat (4/9). Hingga Selasa (9/9) ada 32 siswa yang masih absen yang mana 2 di antaranya masih opname. Sedangkan untuk hari ini, tercatat belasan siswa tidak masuk sekolah, satu di antaranya masih dirawat inap.

"Untuk yang tidak berangkat hari ini ada 11 murid," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (9/9).

"Yang opname kan dua murid, tapi hari ini ada yang satu sudah keluar, sudah pulang. Jadi tinggal satu lagi (yang rawat inap)," ujarnya.