NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi di Kalimantan dan Sumatra. Papua juga menghadapi kebakaran dalam skala luas. Sejumlah netizen pun mengingatkan agar kondisi di Indonesia Timur tidak luput dari perhatian publik.

Selebriti dan komika asal Papua Arie Kriting melalui akun media sosialnya @arie_kriting menyuarakan hal ini, bahwa kebakaran hutan juga terjadi di Papua, Maluku, dan Sulawesi. Ia menyebut dampak asap mulai dirasakan di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk memburuknya kualitas udara dan terganggunya penerbangan akibat kabut asap.

"Di Papua juga terjadi kebakaran hutan yang masif. Di Maluku juga. Di Sulawesi juga. Yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera selama bertahun-tahun kini juga di rasakan di kawasan Indonesia Timur. Kemarin saya pas pulang ke Sulawesi juga merasakan bagaimana kualitas udara yang memburuk karena asap. Di beberapa kota di Papua bahkan penerbangan ditutup karena kabut asap yang menghalangi jarak pandang. Ini kebakaran hutan nyaris mencakup seluruh wilayah Indonesia," tulisnya.

Senada, netizen dengan akun @celxxxxxo mengingatkan bahwa kebakaran di Papua Selatan menghasilkan kabut asap tebal yang disebut menyebar ke sejumlah provinsi lain di Papua.

"Apakah dunia tau bahwa di ujung pulau Indonesia yaitu Papua Selatan sedang terjadi kebakaran hutan yang luar biasa hingga menyebabkan kabut asap tebal kiriman ke beberapa provinsi papua lainnya. Sehat-sehat semua sodara disana 🙏🏽," ujarnya.

Sementara itu, @TutxxxxxxxI mempertanyakan mengapa kondisi tersebut belum ditetapkan sebagai bencana nasional. "Dari sumatera sampe papua kebakaran dan blm jadi bencana nasional," tulisnya.

Mengutip laporan Mongabay Indonesia yang dirilis 1 Oktober 2026, Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan mencatat indikasi karhutla di Papua telah melampaui 30.000 hektare sepanjang 2026.

Papua Selatan menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni sekitar 25.838 hektare. Sementara itu, indikasi area terbakar di Papua Tengah mencapai sekitar 2.520 hektare dan Papua Barat sekitar 2.496 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebakaran di Papua bukan sekadar isu yang muncul di media sosial.

Dalam unggahan netizen lainnya, akun @SUNxxxxxxxxxxxK mengingatkan kebakaran di kawasan KM 71, Fakfak, Papua Barat, serta menyebut Raja Ampat dalam kabar yang sama.

"Jangan lupakan Papua. Hutan di KM 71, Fakfak, Papua Barat ikut dilalap, dan Raja Ampat disebut dalam kabar yang sama. Yang terbakar bukan cuma kayu: rumah satwa dan warisan yang tidak bisa ditanam ulang semester depan. Semoga api cepat padam," harapnya.