"Kami memiliki kewajiban untuk memperjuangkan apa yang kami yakini," ujar salah satu peserta aksi, Vitor Gomes (21), seorang mahasiswa komunikasi multimedia. Dia menambahkan spekulasi perumahan, pemusatan kekayaan, dan ketimpangan yang terus meningkat membuatnya merasa pesimistis terhadap masa depan. Tak lama setelah pukul 2 pagi, puluhan petugas-beberapa di antaranya membawa anjing pelacak-mendatangi lokasi perkemahan di Alun-alun Rossio.
Sebelumnya, mereka telah memperingatkan para pengunjuk rasa untuk membongkar tenda-tenda mereka, dengan ancaman bahwa tenda tersebut akan dibongkar paksa dan mereka yang melawan akan dijerat dengan tuduhan pembangkangan.
Para pengunjuk rasa telah mendirikan lebih dari 100 tenda menyusul aksi unjuk rasa pada hari Sabtu, yang diikuti oleh ribuan orang di sepanjang salah satu jalan utama ibu kota.