NADIKABAR.COM — Demonstrasi lanjutan yang memprotes tingginya biaya hidup serta perbaikan sektor pendidikan di Prancis kembali merembet ke negara Eropa lainnya. Demonstrasi lanjutan juga berlangsung di Italia hingga Portugal.

Dilansir Reuters, Minggu (25/10/2026), aksi protes menentang perang dan kenaikan biaya hidup terjadi di berbagai kota besar di Italia pada hari Sabtu (24/10). Aksi diwarnai beberapa insiden kekerasan.

Pemerintah telah mengerahkan polisi dalam jumlah besar. Banyak toko memilih tutup sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan kerusakan.

Demonstrasi berlangsung ricuh di Turin, Roma, dan Bologna. Sementara di Milan, aksi tersebut sebagian besar berlangsung damai.

Menyusul seruan untuk melakukan demonstrasi lanjutan yang beredar di media sosial minggu ini, pihak berwenang telah menyiapkan langkah pengamanan yang ketat dan mengerahkan banyak personel kepolisian untuk mencegah terulangnya kekerasan seperti akhir pekan lalu.

Demonstrasi juga terjadi di Portugal. Polisi di negara itu membubarkan kamp protes terkait perumahan di pusat kota Lisbon pada Minggu (25/10) dini hari.

Aparat membubarkan para demonstran dan melakukan sejumlah penangkapan. Dilaporkan terdapat beberapa cedera ringan, meskipun jumlah pastinya belum tersedia.

Portugal tengah menghadapi salah satu krisis keterjangkauan hunian paling parah di Eropa; harga properti telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sementara harga sewa untuk kontrak baru juga hampir naik dua kali lipat. Kelompok anak muda menjadi pihak yang paling terdampak.

"Kami memiliki kewajiban untuk memperjuangkan apa yang kami yakini," ujar salah satu peserta aksi, Vitor Gomes (21), seorang mahasiswa komunikasi multimedia. Dia menambahkan spekulasi perumahan, pemusatan kekayaan, dan ketimpangan yang terus meningkat membuatnya merasa pesimistis terhadap masa depan. Tak lama setelah pukul 2 pagi, puluhan petugas-beberapa di antaranya membawa anjing pelacak-mendatangi lokasi perkemahan di Alun-alun Rossio.

Sebelumnya, mereka telah memperingatkan para pengunjuk rasa untuk membongkar tenda-tenda mereka, dengan ancaman bahwa tenda tersebut akan dibongkar paksa dan mereka yang melawan akan dijerat dengan tuduhan pembangkangan.

Para pengunjuk rasa telah mendirikan lebih dari 100 tenda menyusul aksi unjuk rasa pada hari Sabtu, yang diikuti oleh ribuan orang di sepanjang salah satu jalan utama ibu kota.