Dalam kehidupan sehari-hari, people pleasure bisa muncul dalam bentuk yang sederhana. Misalnya, selalu menerima ajakan meskipun sedang ingin beristirahat, mengambil pekerjaan teman karena takut dianggap tidak peduli, meminta maaf meskipun bukan pihak yang bersalah, atau mengikuti keputusan kelompok meskipun sebenarnya tidak setuju.
Masalahnya, terlalu sering mengatakan 'iya' tidak selalu berarti seseorang benar-benar bersedia. Ketika seseorang terus mengabaikan keinginannya sendiri, rasa lelah, kesal, bahkan kecewa dapat menumpuk.
Hal ini bukan berarti membantu orang lain atau berusaha menjaga perasaan mereka merupakan sesuatu yang buruk. Perbedaannya terletak pada alasan di balik tindakan tersebut. Membantu karena memang ingin membantu tentu berbeda dengan membantu karena takut ditolak atau merasa bersalah jika mengatakan tidak.
Karena itu, mulai keluar dari kebiasaan people pleasure tidak harus dilakukan dengan tiba-tiba menjadi orang yang selalu menolak. Langkah kecil dapat dimulai dengan mengenali apa yang sebenarnya diinginkan dan memberikan waktu sebelum menjawab permintaan orang lain.