NADIKABAR.COM — Iran dan Amerika Serikat (AS) masih memanas. Dalam konflik ini, dilaporkan bahwa dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda (tugboat) mengalami kebakaran saat hendak lewati Selat Hormuz.
Dilansir Reuters, Kamis (5/11/2026), peristiwa ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). IRGC menyatakan pada hari Kamis (5/11) bahwa dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda mengalami kebakaran dalam insiden terpisah. Ketiga kapal mencoba melintasi Selat Hormuz melalui rute terlarang.
Menurut IRGC, salah satu kapal tanker menabrak ranjau saat mencoba melintasi jalur di sebelah selatan selat tersebut, sementara sebuah kapal tanker raksasa lainnya terbakar saat keluar dari rute di bagian timur perairan itu. Sebuah kapal tunda yang mendekati kapal kedua untuk membantu memadamkan api turut terbakar pula.
Sebagaimana diketahui, hubungan AS dan Iran masih memanas. Ketidakpastian mengenai arah konflik juga memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan Teluk. Dalam forum keamanan Manama Dialogue di Bahrain, penasihat Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menilai posisi Washington dan Teheran masih sangat berjauhan.
Ia memperingatkan bahwa jika kedua pihak gagal menjembatani perbedaan tersebut, risiko eskalasi konflik akan semakin besar. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, juga memperingatkan bahwa eskalasi berikutnya dapat membawa dampak yang lebih besar dan merusak kawasan.
Di tengah situasi tersebut, China berupaya mendorong penyelesaian lewat jalur diplomasi. Kementerian Luar Negeri China mengatakan akan mengirim utusan khusus ke Iran, Oman, dan Arab Saudi pada awal hingga pertengahan November untuk membahas perkembangan situasi regional.
Presiden China Xi Jinping juga menyerukan agar kawasan Teluk tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar dan konflik geopolitik. China dan Oman sama-sama mendorong dimulainya kembali dialog.
Dengan meningkatnya insiden keamanan di Selat Hormuz dan belum tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran, situasi di kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketidakpastian.