Proses tersebut terus berkembang hingga menghasilkan kondisi geografis seperti yang dikenal saat ini. Dengan demikian, Selat Sunda merupakan hasil dari proses geologi panjang yang akhirnya memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Krakatau menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kondisi geologi Selat Sunda. Aktivitas vulkanik di kawasan tersebut berkaitan dengan kondisi geodinamika Selat Sunda yang masih aktif.

Selain aspek geologi, Selat Sunda juga memiliki nilai sejarah. Pada 1942, kawasan ini menjadi lokasi Pertempuran Selat Sunda ketika kapal perang Sekutu USS Houston dan HMAS Perth berhadapan dengan pasukan Jepang dalam rangkaian peristiwa Perang Dunia II.

Selat Sunda memiliki peran penting dari sisi geografis, geologi, pelayaran, hingga sejarah. Secara geografis, selat ini memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra sekaligus menghubungkan Laut Jawa dengan Samudra Hindia.

Dari sisi geologi, Selat Sunda merupakan zona transisi dengan aktivitas tektonik dan vulkanik yang masih berlangsung. Sementara itu, keberadaannya sebagai jalur perairan menjadikan Selat Sunda memiliki peran dalam aktivitas pelayaran di kawasan Indonesia.