NADIKABAR.COM — Helikopter water bombing super puma VH-HGM terjatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Tiga kru helikopter dilaporkan telah dievakuasi dengan selamat.

"Pada Minggu 8 November 26 telah terjadi kecelakaan Heli WB super puma VH-HGM jatuh ke Sungai Barito di Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala. Kru tiga orang," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (8/11/2026).

Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut diketahui membawa tiga orang kru penerbangan. Armada bernomor seri (MSN) 2878 ini merupakan helikopter yang terdaftar di bawah kepemilikan swasta yang dikontrak BNPB untuk operasi pemadaman karhutla.

"Tiga orang kru berhasil dievakuasi dan unit heli sudah dievakuasi ke pinggir sungai," ujar Berton.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi disebut telah menerima laporan pendahuluan terkait insiden jatuhnya armada udara tersebut. Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan menelusuri kronologi kecelakaan.

Adapun kru pesawat terdiri dari dua warga negara (WN) asing dan satu petugas dari Indonesia. Belum ada informasi detail soal penyebab kecelakaan tersebut.

"Michael John betterridge (Australia), Hugh Andrew John Page (New Zealand), Yayan (Indonesia)," ucapnya.

Sebelumnya, satu unit helikopter water bombing yang dipergunakan untuk pemadaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla) jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Helikopter terjatuh saat mengambil air untuk operasi pemadaman.

Berdasarkan video viral yang beredar di media sosial, helikopter tersebut mulanya tengah mengambil air di Sungai Barito dengan perantara tali panjang yang dihubungkan ke wadah air raksasa atau bambi bucket. Sesaat air diangkat, helikopter turun perlahan hingga moncongnya menukik ke arah sungai.