Ia juga memperingatkan bahwa menjadikan satu kewarganegaraan tertentu sebagai sasaran dan menggunakan stereotip mengenai "kekuatan ekonomi asing" dapat memicu antisemitisme.

Pemerintah Siprus menjadikan upaya menarik investasi asing sebagai salah satu prioritas utama perekonomian. Presiden Nikos Christodoulides berulang kali menegaskan target untuk menjadikan Siprus sebagai tujuan yang menarik bagi investor internasional.

Terkait investasi Israel secara khusus, pernyataan mantan Menteri Energi dan Perdagangan George Papanastasiou menunjukkan pendekatan pemerintah terhadap isu tersebut.

Saat masih menjabat pada 2025, Papanastasiou mengatakan pemerintah "senang melihat pengusaha Israel hadir di banyak sektor perekonomian Siprus," termasuk pariwisata, teknologi, energi, kesehatan, dan properti.

Perdebatan tersebut kini telah sampai ke parlemen dan meluas menjadi pembahasan mengenai pembelian properti oleh warga negara non-Uni Eropa secara umum.

Para anggota parlemen sedang mempertimbangkan usulan legislasi dari dua partai besar di negara tersebut, yakni AKEL yang berhaluan kiri dan Democratic Rally (DISY) yang berhaluan kanan-tengah. Usulan itu bertujuan membatasi pembelian tanah oleh warga negara non-Uni Eropa.

Salah satu usulan diajukan oleh anggota parlemen DISY, Nikos Georgiou. Kepada DW, ia mengatakan bahwa "dalam beberapa tahun terakhir, pembelian tanah oleh warga negara asing telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," sehingga mempengaruhi "komposisi demografis, harga tanah dan, dalam beberapa kasus, keamanan nasional."

Georgiou menegaskan bahwa usulannya "tidak ditujukan terhadap negara atau warga negara tertentu." Ia menambahkan bahwa perdebatan mengenai isu tersebut seharusnya berlangsung "tanpa menakut-nakuti masyarakat, tanpa retorika yang diarahkan terhadap warga dari negara ketiga mana pun."

AKEL juga mengajukan usulan legislasi serupa. Kepada DW, anggota parlemen AKEL Giorgos Koukoumas mengatakan partainya mengangkat persoalan pembelian properti secara massal dan tidak terkendali oleh warga negara asing karena hal itu menjadi "salah satu faktor yang mendorong harga properti naik hingga tingkat yang membuat warga Siprus pada umumnya tidak lagi mampu membeli, bahkan menyewa rumah, di pusat-pusat kota negara tersebut."

Ia juga menyinggung kekhawatiran yang menurutnya dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Siprus, khususnya terkait pembelian oleh warga Israel.

Menurutnya, kekhawatiran tersebut "jelas berkaitan dengan kenyataan bahwa warga Israel melakukan akuisisi besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan besar dan lahan yang luas, laporan berulang media Israel yang berbicara mengenai pembentukan 'Israel kedua di Siprus,' ditambah dengan kehadiran intelijen Israel di pulau kami serta hubungan dengan Israel di bidang pertahanan dan keamanan yang dalam beberapa tahun terakhir terus didorong oleh pemerintah Siprus."

Laporan ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris