Ajang yang mengambil titik start dan finis di Metro Point, Kota Lama Semarang ini diikuti oleh lebih dari 3.000 orang dengan berbagai latar belakang, seperti masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, dan komunitas.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut konsep kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan potensi heritage kota. Ia sebelumnya menyoroti keunikan pengalaman berlari pada malam hari sekaligus menikmati karakter khas Semarang.

"Run itu kan (biasanya) pagi, (SHNR) ini malam, seru kan? Terus, heritage, karena Kota Semarang terkenal dengan heritage dan kuliner. Nah, kami membuat sesuatu yang different," ujar Agustina dalam keterangan kepada media.

Agustina juga berharap kegiatan ini dapat mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan heritage, termasuk Pecinan, Kauman, dan Kampung Melayu. Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan membuka peluang bagi usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.