Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Bagi warga Lumajang, pesan terpenting bukan sekadar mendengar atau tidak mendengar dentuman, tetapi memahami bahwa Gunung Semeru masih berstatus Siaga. Artinya, aktivitas masyarakat perlu tetap menyesuaikan rekomendasi keselamatan dan perkembangan informasi resmi.
Masyarakat diimbau tidak panik ketika mendengar suara dentuman, tetapi juga tidak mengabaikannya. Informasi mengenai aktivitas Semeru sebaiknya diperoleh dari BPBD, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Badan Geologi/PVMBG, serta kanal resmi pemerintah.
Dengan memahami arti informasi dan mengikuti batas aman yang telah ditetapkan, masyarakat dapat tetap beraktivitas secara tertib sekaligus mengurangi risiko ketika aktivitas Gunung Semeru mengalami perubahan.