Deni mengatakan, dengan peserta yang datang dari berbagai daerah, kualitas dan independensi perangkat pertandingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kredibilitas turnamen.

Pendekatan teknologi ini diharapkan membantu mengurangi dampak kesalahan keputusan pada momen-momen krusial, seperti dalam situasi gol, penalti, kartu merah langsung, serta kesalahan identitas pemain.

"Penggunaan VAR pada fase akhir turnamen juga memiliki nilai strategis. Semifinal dan final merupakan pertandingan dengan tekanan tinggi sehingga keputusan perangkat pertandingan dapat memiliki dampak besar terhadap hasil kompetisi. Kehadiran teknologi pendukung memberikan lapisan pengawasan tambahan agar keputusan penting dapat diambil berdasarkan fakta pertandingan," ujar Deni Wicaksono.

Namun, VAR bukan berarti menggantikan peran wasit. Teknologi tersebut tetap menjadi alat bantu bagi wasit untuk mengambil keputusan secara lebih akurat. Karena itu, kombinasi tim redaksi wasit yang profesional, perangkat pertandingan yang netral, dan teknologi pendukung menjadi formula penting untuk membangun pertandingan yang obyektif.