"Kami bisa menyampaikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur ini sebenarnya beberapa waktu yang lalu sudah terjadi hujan. Namun, mengingat adanya gambut, lahan tersebut adalah lahan gambut sehingga titik api yang ada di permukaan sudah padam namun demikian di bawah permukaan masih ada sehingga sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan baru," katanya.
Berton menjelaskan terdapat enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla. Meski terjadi peningkatan di Kalteng dan Kaltim, beberapa wilayah seperti Papua Selatan, NTT, dan Sulawesi mengalami penurunan luas karhutla.
"Untuk penanganan karhutla dan pengendalian di Indonesia dapat kami sampaikan ada enam provinsi yang menjadi prioritas, di Papua Selatan penanganan saat ini ada di 455 hektare atau turun 25%, sedangkan di Nusa Tenggara Timur turun 48% menjadi 14%, di Sulawesi Tenggara ada 91 hektare dan di Sulawesi Tengah ada 89 hektare atau turun 4%," ujarnya.