Direktur Festival Aamir Nawaz mengapresiasi Sanggar Ubruk beranggotakan tujuh personel itu karena mengangkat isu sampah plastik melalui pertunjukan bertema Kintir tersebut.

Ketujuh personelnya itu adalah Mahmud, Bahroni, Aman, Dedi, Adi Kurniadi, Inda, dan Suci. Mereka berhasil menggambarkan polusi dan sampah di Sungai Cibanten yang dulunya menjadi tumpuan kehidupan masyarakat sekitarnya.

"Tim Ubruk Banten sukses mengangkat isu serius sampah plastik yang sudah lama menjadi perhatian global dengan tetap menghibur. Good job!," katanya seperti dikutip siaran pers KBRI Islamabad.