"Kementerian Kebudayaan mempunyai 4 narasi strategis yaitu peran kebudayaan sebagai pemersatu, sebagai kekuatan ekonomi, sebagai kekuatan diplomasi, dan sebagai pembentuk jati diri bangsa. Sebagai Culture Ambasador Gen Z, kami bertujuan menjadi agen diplomasi yang breaking barrier dengan membuat diplomasi menjadi Inklusif," kata Lima Benua.

Lima Benua lalu menyampaikan pesan penting dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang kebudayaan sebagai kekuatan Indonesia. Indonesia menurutnya merupakan negara yang dianugerahi dengan biodiversitas budaya, karena itu langkah untuk memajukan kebudayaan nasional harus terus dilakukan.

"Indonesia tidak hanya memiliki budaya yang melimpah dan hidup, melainkan alam dan lingkungan harus hidup selaras dan harmonis, sesuai dengan Asta Cita ke-8 Bapak Presiden Prabowo," tutur dia.

Dalam momen tersebut, Lima Benua juga menceritakan kisah yang didengarnya dari sang nenek sejak kecil tentang kucing bernama Meong Palo Karella. Menurut dia, kisah mengenai kucing juga menjadi bagian dari budaya yang ditemukan di Jepang.

"Saat kecil nenek saya sering bercerita tentang kucing, kucing Bernama Meong Palo Karella yang merupakan teman setia dan pengawal Dewi Sri/Dewi Padi, kucing yang menjaga hasil panen, dan menyampaikan pesan moral agar manusia menghormati kerja keras petani, dan merawat alam, kisah ini tertulis dalam Sureq La Galigo (Naskah kuno terpanjang di dunia)," ujar Lima Benua.

"Sama halnya di Jepang mempunyai mitos kucing Nekomata karma Bakeneko yang di hormati, seperti simbol Maneki neko yang dipercayai membawa rezeki dan kekayaan termasuk pelanggan bagi pemilik Hotel, Toko, dan Bisnis. Bahkan kucing hitam di Jepang dipercaya membawa keberuntungan serta kebahagiaan, dan simbol perlindungan dari roh jahat," sambung dia.

Lima Benua menilai kedekatan masyarakat Indonesia dengan budaya populer Jepang juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Dia menyebut sejumlah karakter kucing asal Jepang seperti Hello Kitty dan Doraemon sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dari berbagai generasi.