Terkait final beregu putra melawan Jepang, kapten tim Muhammad Hardiansyah Muliang mengakui kekalahan secara strategi meski sudah mengenal karakter lawan yang berisi pemain senior.
"Kami sedikit tahu strategi masing-masing. Cuma kemarin kita kalah teknis saja.Karena di set ketiga angkanya enggak, beda dua biji saja. Jadi kita kalah strategi," kata Hardiansyah.
Setelah Liga Utama, Piala Dunia Sepak Takraw 2027 jadi fokus utama para atlet.
"Jadi dengan hasil ini akan lebih prepare lagi untuk seleksi atletnya maupun pelatihnya. Tahun ini juga akan ada liga itu akan memacu atletnya untuk mempersiapkan atlet-atlet mudanya," sambung Hardiansyah.