"Sekarang sudah paham kalau diajak cerita, tapi belum saya kasih (izinkan) keluar, kasihan, tapi sudah bisa panggil mama sama bapak, juga neneknya," ucap Firda.

Bagi Firda, tiga panggilan sederhana itu memiliki arti yang besar. Setiap kemampuan baru yang muncul menjadi tanda bahwa Adnan terus berkembang.

Di tengah proses tersebut, asupan makanan menjadi perhatian penting bagi keluarga. Sebelum menerima MBG, Firda mengemukakan bahwa Adnan cenderung malas makan. Waktu makan pun kerap terlewat sehingga berat badannya sulit bertambah.

"Kalau ada MBG mau sekali dia makan. Menangis kalau enggak dikasih makan," ujar Firda.

Menurutnya, Adnan justru lebih bersemangat ketika melihat MBG. Ia juga menyukai buah-buahan yang diberikan, terutama pisang, jeruk, dan buah naga. Tekstur makanan yang lebih lembut menjadi hal yang penting karena menyesuaikan dengan kemampuan Adnan dalam mengonsumsi makanan.