"Dan bencana hidrometeorologi, ini karhutla sudah 627 kali, banjir 543 kali, cuaca ekstrem 324 kali, tanah longsor 105 kali, kekeringan 101 kali, serta gelombang pasang dan abrasi 14 kali," urainya.

BNPB mencatat sebanyak 111.533 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.143 rumah masuk kategori rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, sementara 57.869 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Kerusakan akibat bencana juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Sebanyak 2.361 satuan pendidikan dan 867 rumah ibadah tercatat mengalami kerusakan.