Selain itu, fasilitas kesehatan yang terdampak mencapai 230 unit, mencakup fasilitas kesehatan dasar maupun fasilitas kesehatan rujukan. BNPB juga mencatat 751 kantor serta 92 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana.

Di sisi lain, Rustian menyampaikan BNPB memperoleh alokasi anggaran untuk tahun 2026 sebesar Rp 1.055.134.253.000 atau sekitar Rp 1,055 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas Rp 490.962.057.000 dan Rp 564.171.296.000.

BNPB juga memperoleh anggaran tambahan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehap-rekon), khususnya pembangunan kembali rumah warga yang rusak secara mandiri. Nilainya mencapai Rp 26.886.951.000. Dengan tambahan anggaran tersebut, total anggaran BNPB untuk 2026 menjadi Rp 1.082.021.204.000 atau sekitar Rp 1,082 triliun.