"Memang tidak parah, tetapi cukup mengganggu karena ada rasa nyerinya. Ketika saya mencoba melompat seperti biasa, ada trigger point dan rasa nyeri itu muncul. Otomatis otak mengirim sinyal ke otot untuk pindah ke tempat yang tidak sakit," kata Naro seusai pertandingan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu.
Cedera tersebut membuat persiapan Naro jauh dari kondisi ideal.
Dalam persiapan normal menjelang pertandingan, ia dapat menjalani latihan teknik sekitar 10 kali dalam sepekan. Namun, kali ini intensitas latihan harus dikurangi karena kaki mudah terasa kencang dan kehilangan tenaga setelah menjalani latihan.
"Kalau latihan sedikit saja, kaki sudah kencang. Kaki sudah tidak bisa buat lompat, kaki sudah tidak ada tenaga," ujarNaro.