Sebagai gantinya, tim pelatih menyusun program pemulihan yang lebih banyak berfokus pada penguatan dan terapi. Naro menjalani latihan penguatan, terapi tusuk jarum, hingga shockwave therapy yang dilakukan secara rutin.

Untuk latihan teknik, ia bahkan hanya mampu berlatih sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri mengingat kebutuhan latihan seorang atlet wushu meningkat ketika memasuki masa persiapan pertandingan.

Naro mengapresiasi dukungan para pelatih dan tim pendukung yang membantu menyesuaikan program latihan dengan kondisi fisiknya. Ia secara khusus menyebut β€œCi Susiana, Coach Raka, Chang Laosi, dan Ko Haris” yang banyak mendampinginya selama proses pemulihan.

"Terima kasih atas segala pengertiannya. Mereka membantu saya banyak, terutama dalam menyesuaikan program latihan dengan kondisi kaki saya," kata Naro.