Bagi Riyan, perjalanan ke Selangor bukan sekadar kesempatan untuk tampil di atas pentas. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang sangat bermakna karena ia dapat berjumpa secara langsung dengan para guru, cikgu-cikgu, serta sahabat-sahabat seperjuangan yang sama-sama bergerak dalam bidang pelestarian busana warisan Melayu.

"Saya sangat bangga dan bersyukur diberi kesempatan untuk perform di Selangor, Malaysia. Bukan hanya tampil membawa seni Zapin, tetapi juga bisa berjumpa dengan guru, cikgu-cikgu dan sahabat-sahabat seperjuangan di bidang busana warisan Melayu. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai anak watan Senapelan yang terus belajar dan menggeluti warisan budaya Melayu," kata Riyan.

Pertemuan tim redaksi penggiat budaya dari Indonesia dan Malaysia menunjukkan bahwa warisan Melayu memiliki ruang yang luas untuk terus dipelajari, dirawat, dan dikembangkan bersama.

Aryan Maulana yang ikut dalam delegasi juga mendorong kemajuan dan ruang berkarya bagi anggota. Di balik keberangkatan delegasi Serai Serumpun Riau ke Malaysia, terdapat semangat untuk tidak hanya menghadirkan sebuah pertunjukan, tetapi juga memberikan ruang belajar dan kesempatan berkembang bagi para anggota.

Bagi Aryan, sebuah komunitas budaya tidak cukup hanya aktif menggelar kegiatan, tapi juga harus mampu membuka kesempatan bagi setiap anggotanya untuk belajar, tampil, mendapatkan pengalaman, membangun jaringan, dan meningkatkan kemampuan di bidang seni dan budaya.Perjalanan ke Selangor menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut.

Kesempatan tampil di luar negeri diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman bagi individu tertentu, tetapi menjadi pengalaman bersama yang dapat memberikan motivasi dan membuka wawasan bagi anggota Serai Serumpun Riau lainnya.