Sebagai pelantun dalam delegasi itu, Aryan turut mengambil peran dalam memastikan perjalanan dan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Namun lebih dari itu, ia melihat keberangkatan ini sebagai bagian dari proses membangun generasi penggiat budaya yang berani tampil, berani belajar, dan memiliki pengalaman berinteraksi dengan komunitas budaya serumpun di luar Indonesia.

Penampilan Serai Serumpun Riau melalui musik dan tari Zapin juga menjadi simbol eratnya hubungan budaya tim redaksi Riau dan Semenanjung Melayu. Alunan gambus dan marwas yang berpadu dengan gerak tari Zapin menghadirkan suasana budaya Melayu yang akrab bagi masyarakat kedua negara.

Kehadiran delegasi Riau dalam Festival Dongeng Purbakala di Klang sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kekayaan seni tradisi Riau kepada masyarakat Malaysia. Termasuk peserta festival dari berbagai latar belakang.

Serai Serumpun Riau menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga tradisi di tanah sendiri. Namun, ini juga dapat dilakukan melalui pertukaran budaya, pertemuan antarpelaku seni, dan membangun jejaring persahabatan serumpun.

Perjalanan ke Selangor pun menjadi catatan penting bagi Serai Serumpun Riau dalam memperluas langkahnya membawa identitas budaya Melayu Riau ke ruang yang lebih luas. Dari Senapelan, Riau, menuju Klang, Selangor, semangat yang dibawa tetap sama: menjaga warisan, mempererat persaudaraan serumpun, dan memastikan budaya Melayu terus hidup di tengah generasi masa kini.